Rabu, 03 Juli 2013

7 Sosok Paling Misterius Di Indonesia


http://djunaedird.files.wordpress.com/2008/08/supriyadi_masih_hidup_surya_online.jpg


Supriyadi

Siapa sih yang tidak kenal dengan sosok pahlawan satu ini. Kalo gak tau, tandanya pas pelajaran sejarah pada tidur di kelas ya, hehehe…Supriyadi adalah pahlawan nasional Indonesia, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945.

Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, namun tidak pernah muncul untuk menempati jabatan tersebut.

http://aldiparis.files.wordpress.com/2008/08/supriyadi_11.jpg
Pada waktu itu, Supriyadi memimpin sebuah pasukan tentara bentukan Jepang yang beranggotakan orang orang Indonesia. Karena kesewenangan dan diskriminasi tentara Jepang terhadap tentara PETA dan rakyat Indonesia, Supriyadi gundah. Ia lantas memberontak bersama sejumlah rekannya sesama tentara PETA. Namun pemberontakannya tidak sukses. Pasukan pimpinan Supriyadi dikalahkan oleh pasukan bentukan Jepang lainnya, yang disebut Heiho.


Kabar yang berkembang kemudian, Supriyadi tewas. Tetapi, hingga kini tidak ditemukan mayat dan kuburannya. Oleh karena itu, meski telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah, keberadaan Supriyadi tetap misterius hingga kini. Sejarah yang ditulis pada buku-buku pelajaran sekolah pun menyebut Supriyadi hilang.

Namun yang membikin sosok Supriyadi semakin misterius adalah banyaknya kemunculan orang-orang yang mengaku sebagai Supriyadi. Salah satu yang cukup kontroversial adalah sebuah acara pembahasan buku ‘Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno’, yang diadakan di Toko Buku Gramedia di Jalan Pandanaran Semarang. Dalam acara itu, seorang pria sepuh bernama Andaryoko Wisnu Prabu membuka jati diri dia sesungguhnya. Dia mengaku sebagai Supriyadi, dan kini berusia 88 tahun.


Namun sampai sekarang pengakuan tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya, meski secara perawakan dan sejumlah saksi membenarkan klaim tersebut.

Tan Malaka
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkqMN5Q_8IjzzxN4crUfdL7SxBOtbqYwfG_qE2TrgnWJCgNHWdvstqpUv6ltJDp8RRSWhdpbXiGnyvMeTBFe5kj7FhvEzzKjdrnFS5IkvL-Q4UxLMtxyj1UKIfz9GPrbgBTzAWirufxYed/s1600-r/TanMalaka_DariPendjara_ed3.jpg
Salah satu sosok pahlawan nasional kita yang terlupakan. Mungkin salah sedikit (atau satu-satunya) sosok pahlawan yang memiliki kisah petualangan dari negara ke negara lain dan menjadi sosok yang paling dicari oleh Belanda dan banyak negara lain.

Selain itu, pada masa revolusi kemerdekaan keberadaannya selalu dicari oleh para pejuang pada saat itu (termasuk oleh Bung Karno) karena hobinya melakukan penyamaran untuk menghindari mata-mata musuh, sehingga sosoknya selalu misterius dan tidak banyak yang mengenal dengan pasti seperti apa sosok yang bernama asli Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka itu.

Namun sayangnya keberadaan dari tokoh aliran kiri ini hilang secara misterius dalam pergolakan revolusi kemerdekaan itu. Konon kabarnya Tan Malaka dibunuh pada tanggal 21 Februari 1949 atas perintah Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya di daerah Kediri, Jawa Timur. Hingga kini makamnya tidak pernah bisa ditemukan.


Gunadarma

Borobudur dan Gunadarma adalah dua nama yang tidak bisa terpisahkan. Dalam sejumlah literatur, Candi Borobudur diarsiteki oleh sekelompok kaum atau sekelompok brahmana yang meletakkan dasar pada sebuah tempat pemujaan nya dan kemudian entah beberapa waktu kemudian (kemungkinan bisa puluhan, ratusan atau malah ribuan) dibuatkan sebuah proyek mega raksasa, pemberian sebuah “kulit” yang katanya dikepalai oleh seorang arsitek bernama Gunadarma.

Sedangkang siapa sebenarnya sekelompok kaum brahmana yang terdahulu tidak diketemukan catatan resmi tentang mereka, kemudian cerita tentang kepala penanggung jawab mega proyek pembuatan “kulit” situs tersebut yaitu Gunadarma juga tidak ada sebuah keterangan resmi mengenainya, bisa jadi kata Gunadarma adalah sebuah kata symbol dan bukan merupakan nama seseorang.

Kalau memang benar Gunadarma yang mengarsiteki pembangunan Candi Borobudur, maka perlu kita acungi jempol (kalo perlu pake empat kaki!) bagaimana Gunadarma melakukan perencanaan yang tepat dengan kondisi teknologi yang pada saat itu belum begitu canggih. Namun sampai saat ini nama Gunadarma dan Borobudur itu sendiri masih menjadi misteri yang belum bisa diungkapkan dengan tuntas.


Ki Panji Kusmin

Suatu ketika majalah Sastra, dengan cetakan tahun VI No. 48, Agustus 1968, memuat sebuah cerpen yang berjudul Langit Makin Mendung yang dikarang oleh Ki Panji Kusmin (diduga ini nama samaran). Cerpen ini bercerita tentang Nabi Muhammad yang memohon izin kepada Tuhan untuk menjenguk umatnya. Disertai malaikat Jibril, dengan menumpang Bouraq, Nabi mengunjungi Bumi.

Namun Bouroq bertabrakan dengan satelit Sputnik sehingga Nabi serta Malaikat Jibril terlempar dan mendarat di atas Jakarta. Di situ Nabi menyaksikan betapa umatnya telah menjadi umat yang bobrok. Cerpen ini adalah sindiran terhadap laku keagamaan masyarakat luas yang ''menyimpang'' pada waktu yang belum jauh berselang dari terjadinya Tragedi 1965.


Namun akibat penerbitan Cerpen yang bikin heboh umat ini, Ki Panji Kusmin dituduh telah melakukan penodaan terhadap agama karena mempersonifikasikan Tuhan, Nabi Muhammad, dan Malaikat Jibril.


Tanpa ampun lagi H.B. Jassin selaku penanggung jawab majalah itu dibawa ke pengadilan dan dipaksa untuk mengungkap siapa sebenarnya Ki Panji Kusmin. H.B. Jassin menolak untuk mengungkap jati diri Ki Panji Kusmin. Untuk itu ia dituntut Pengadilan Tinggi Medan dan divonis in absentia berupa kurungan selama satu tahun dan masa percobaan dua tahun.


Dan sampai saat ini pun identitas dari Ki Panji Kusmin tidak terungkap dan dibawa hingga ke liang lahat oleh H.B. Jassin.

Imam Sayuti alias Tebo

Suatu hari, pada 1970 hiduplah sepasang suami-istri Fai dan Nasikah di lereng Gunung Watungan, Desa Wuluhan, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Fai bekerja sebagai kuli bangunan, istrinya membantu mencari kayu di hutan Ambulu. Masih pengantin baru, konon mereka belum sempat berhubungan suami-istri, Fai pergi ke kota untuk bekerja di proyek. Fai pun pamit untuk jangka waktu lama.


Ternyata, baru tiga hari pamitan, 'Fai' pulang lagi menemui Nasikah. (Dipercaya sebagai gendruwo atau makhluk halus. Postur, cara bicara, suara, dan perilakunya persis Fai, sang suami asli). Nah, si gendruwo yang menyamar sebagai Fai ini kemudian menyetubuhi Nasikah.

Nasikah, wanita desa itu, tenang-tenang saja karena menganggap 'laki-laki' itu suaminya yang sah. Bulan ketujuh Nasikah hamil, Fai palsu pamit. Datanglah Fai yang asli. Maka gegerlah sudah keluarga baru ini. Untung saja, ulama terkemuka di Ambulu meminta Fai untuk bersabar karena istrinya tidak selingkuh. Ada pesan atau isyarat spiritual yang terjadi dengan istrinya.


Lalu, lahirlah bayi penuh rambut di tubuh dengan bintik-bintik merah. Orang tuanya memberi nama Imam Sayuti. Tapi laki-laki kekar ini diberi nama gaib, Tebo, sesuai dengan petunjuk 'dari langit'. Tebo kemudian diasuh oleh pasangan suami-istri ini layaknya anak mereka sendiri.

Sosok ini cukup menarik perhatian ketika Tebo dititipkan oleh manajer Wahana Misteri (penyelenggara pameran yang berkaitan dengan hal-hal gaib) pada tahun 1990 dan menjadi bintang pameran di sana. Akhirnya kontroversi keberadaan sosok ini merebak.

Tentu suatu hal yang ganjil jika ada makhluk alam lain bisa ’bersetubuh’ dengan manusia dan melahirkan manusia ’gado-gado’. Hingga saat ini belum ada penelitian yang lebih ilmiah untuk membuktikan keberadaan ’makhluk’ ini.

Perobek Bendera Belanda di Hotel Oranje

Peristiwa 10 November 1945 tentu tidak lepas dari dipicunya oleh salah satu peristiwa yang paling heroik, yaitu perobekan bendera Belanda di atas Hotel Oranje. Kisah ini dipicu oleh berita bahwa di Hotel Oranje di Tunjungan telah dikibarkan bendera Belanda merah-putih-biru oleh Mr Ploegman. Tentu saja hal tersebut tidak diterima oleh para arek-arek Suroboyo yang merasa pengibaran bendera tersebut dianggap sebagai penghinaan sebagai bangsa yang merdeka.

Pada akhirnya Mr. Ploegman dibunuh oleh seorang pemuda mendekati dirinya tanpa ia ketahui dan menusukkan pisaunya bertubi-tubi. Pada saat itu Mr. Ploegman menghadapi ribuan massa di depan hotel yang menuntut penurunan bendera triwarna tersebut. Pada saat itu teriakan untuk menurunkan bendera kian membahana.


Sejumlah pemuda telah membawa tangga untuk naik ke atap hotel, terdapat 8 sampai 10 pemuda. Dari atap ada yang naik ke tiang bendera dalam gemuruh teriakan, lalu bagian biru bendera itu pun dirobek, dan jadilah kini Sang Merah Putih yang berkibaran di angkasa.


Lalu yang menjadi pertanyaan adalah siapakah yang menjadi perobek bendera tersebut? Dalam kondisi yang sangat kacau dan penuh massa, tentu tidak mudah bagi para saksi sejarah untuk mengetahui secara pasti siapakah yang melakukannya.

Penulis Buku Darmogandhul

Mungkin di antara karya-karya sastra kuno berbahasa Jawa, kitab Darmogandhul adalah salah satu sastra Jawa yang sangat kontroversial. Selain isinya banyak memutarbalikkan ajaran agama tertentu, juga kitab ini sarat dengan sejumlah keganjilan-keganjilan sejarah sebenarnya.


Walaupun menggunakan latar belakang kisah runtuhnya Majapahit dan berdirinya kerajaan Demak Bintara, namun kisah Darmogandhul mencuatkan hal-hal yang tidak masuk akal pada zamannya. Hal ini didapati pada untaian kisah berikut:

… wadya Majapahit ambedili, dene wadya Giri pada pating jengkelang ora kelar nadhahi tibaning mimis, …

Maksudnya: pasukan Majapahit menembak dengan senapan, sedangkan pasukan Giri berguguran akibat tidak kuat menerima timah panas. Apakah zaman itu sudah digunakan senjata api dalam berperang? Hal tersebut tidak mungkin sebab senjata api baru dikenal sejak kedatangan bangsa Eropa ke bumi Nusantara. Darmogandhul ditulis setelah kedatangan bangsa Eropa, bukan pada saat peralihan kekuasaan dari Majapahit ke Demak Bintara.

Lalu siapakah sebenarnya penulis kitab ini? Sampai saat ini belum ada yang bisa menunjukkan secara pasti siapakah pengarang kitab ’ngawur’ ini. Namun dari sejumlah analisis tulisan dan latar belakang sejarah dalam kitab itu, Darmogandhul ditulis pada masa penjajahan Belanda. Penulis Darmogandul bukan orang yang tahu persis sebab-sebab keruntuhan Majapahit yakni Perang Paregreg yang menghancurkan sistem politik dan kekuasaan Majapahit, juga hilangnya pengaruh agama Hindu. Kitab Darmogandhul diduga hanya produk rekayasa sastra Jawa yang dipergunakan untuk kepentingan penjajah Belanda.

Selasa, 02 Juli 2013

Misteri Kisah Keanehan Di Jalur Gaza



GAZA, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “potongan” itu “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.

Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.

Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.

Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

Wartawan kami, Thoriq, merangkum kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk para pembaca yang budiman. Selamat mengikuti.

Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza

Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.

Suara Tak Bersumber

Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan, “Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”

Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.

Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.

“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya

Saksi Serdadu Israel

Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.

Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.

“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

Kepribadian Berdasarkan Huruf Pertama pada Nama


Ilmu menguatak-atik huruf, menurut Hoeda Manis, sejatinya sudah ada sejak zaman Pythagoras masih hidup. Filsuf inilah yang memperkenalkannya untuk pertama kali.  Adakah hubungannya antara huruf pertama pada nama seseorang dengan karakter yang bersangkutan? Jawabannya sangat variatif tentunya. Bagi kalian yang percaya maupun tidak percaya akan hal ini, anggaplah ini semua sebagai sarana intermezo saja. Selamat menikmati.

Nama Dengan “A” Sebagai Huruf Pertama

Supel, ramah, dan dan mudah bergaul sehingga banyak yang menyukainya. Sayangnya, agak sulit dalam meredam emosi. Dalam urusan cinta ia sangat mudah terpesona pada pandangan pertama.

Nama Dengan “B” Sebagai Huruf Pertama

Tenang, santun, anggun, dan menyukai hal-hal baru. Kekurangannya terletak pada sifat sensitifnya sehingga mudah tersinggung. Di samping itu, ia sedikit mengalami kesulitan dalam mengungkapkan perasaan. Untuk urusan cinta ia termasuk tipe romantis dan suka dimanjakan oleh pasangannya.

Nama Dengan “C” Sebagai Huruf Pertama

Pandai berbicara sehingga sangat memikat orang-orang di sekelilingnya. Sayangnya, agak egois dan lupa bahwa setiap ucapan itu harus diikuti dengan perbuatan yang sesuai. Untuk urusan cinta ia masuk dalam jajaran orang possesif.

Nama Dengan “D” Sebagai Huruf Pertama

Pendiam dan cenderung “talk less, do more”. Kelemahannya terletak pada sifat bimbang dan ragunya. Ia adalah tipe romantis namun sering didera rasa cemburu kepada pasangannya.

Nama Dengan “E” Sebagai Huruf Pertama

Moody alias angin-anginan. Kalau perasaannya sedang diliputi rasa gembiara ia akan mudah diajak mengerjakan apa saja. Begitu hatinya sedang tidak enak, ia cenderung menolak apa pun aktivitas yang ditawarkan. Dalam urusan asmara ia masuk dalam kategori terbuka dalam segala hal. Ia tidak akan segan-segan menceritakan berbagai hal kepada pasangannya. Ini merupakan cerminan besarnya kepercayaan kepada pasangannya.

Nama Dengan “F” Sebagai Huruf Pertama

Keinginnya kuat, prinsip hidupnya teguh, prilakunya konsisten. Namun demikian, ia sangat sulit memaafkan orang-orang yang telah menyakiti hatinya. Ia sangat romatis dan sensual dalam urusan cinta. Ia pun berharap mendapatkan pasangan yang sama-sama sensual dengannya.
Nama Dengan “G” Sebagai Huruf Pertama
Pikirannya sangat brilian sehingga mudah dalam menyelesaikan setiap masalah. Kelemahannya terletak pada sifat yang mudah terombang-ambing oleh situasi dan lingkungan. Untuk urusan api asmara ia termasuk orang yang suka pilih-pilih dalam mennentukan pasangan.

Nama Dengan “H” Sebagai Huruf Pertama

Sensitif, lembut, dan berperasaan halus, serta mudah jatuh simpatik pada penderitaan orang lain. Sayangnya, ia sering terburu-buru dalam menentukan keputusan. Dalam hal asmara ia sangat sabar dan setia kepada pasangannya. Ia berharap agar kekasihnya bisa meningkatkan potensi yang selama ini dimilikinya.

Nama Dengan “I” Sebagai Huruf Pertama

Pribadinya sangat mandiri namun memiliki kelemahan dalam memepercayai orang. Sulit bagi dirinya untuk bisa langsung percaya. Bawaannya curiga saja. Untuk urusan cinta ia memiliki kebutuhan besar untuk selalu dicintai dan diperhatian oleh pasangannya. Meskipun demikian, ia sering lupa bahwa untuk bisa dicintai sepenuh hati sebelumnya harus mencintai sepenuh hati pula.

Nama Dengan “J” Sebagai Huruf Pertama

Ramah, menyenangkan, dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Sayangnya, ia sering merasa bimbang dalam menentukan keputusan. Untuk urusan asamara ia masuk dalam jajaran orang romantis dan mengetahui betul bagaimana memperlakukan pasngannya dengan baik.

Nama Dengan “K” Sebagai Huruf Pertama

Ceria, mudah tersenyum, dan gampang membuat orang lain tertawa. Kelemahannya terletak pada sifat kurang terbukanya. Setiap ada konflik dengan teman ia lebih cenderung memendam perasaannya daripada mengungkapkannya secara terus terang. Ia sosok luar biasa dalam urusan cinta karena sangat pandai membuat pasanganya ceria dan bergembira.

Nama Dengan “L” Sebagai Huruf Pertama

Ramah, menawan, dan pandai bergaul. Kekurangannya terletak pada seringnya tidak menepati janji atau undangan. Untuk urusan asmara, di samping sangat romantis, ia juga seorang idealis. Ia bersedia berkorban demi cintanya kepada pasangannya.

Nama Dengan “M” Sebagai Huruf Pertama

Cerdas, kreatif, dan inovatif. Kelemahannya terletak pada sifat keras kepalanya. Untuk urusan asmara ia adalah orang yang sangat total. Ia tak pernah setengah-setengah dalam mencintai seseorang.

Nama Dengan “N” Sebagai Huruf Pertama

Penyayang, apa adanya, pesolek. Kelemahanya terletak pada sifat mudah rapuhnya dalam menghadapi persoalan. Dalam urusan asmara ia sering bimbang dan kurang percaya terhadap cinta dirinya maupun cinta kekasihnya.

Nama Dengan “O” Sebagai Huruf Pertama

Bebas, tak mau terikat pada yang lain, tangguh dalam mengejar cita-cita. Sayangnya ia terkesan sombong, bahkan meremehkan kemampuan orang lain. Dalam urusan asmara ia cenderung kurang sensitif terhadap pasangannya sehingga sering tidak tahu bagaimana memperlakukan kekasih dengan baik.

Nama Dengan “P” Sebagai Huruf Pertama

Dinamis, kreatis, dan bersemangat tinggi. Kelemahannya terletak pada sifat borosnya. Untuk urusan asmara ia adalah pasangan yang menyenangkan sehingga tidak membuat kekasihnya merasa bosan.

Nama Dengan “Q” Sebagai Huruf Pertama

Setia, dapat diandalkan, dan bisa dipercaya. Kelemahannya terletak pada sifat mudah terpancing emosinya dan konfrontatif. Dalam urusan cinta ia sangat antusias dalam memberikan perhatian kepada kekasihnya.

Nama Dengan “R” Sebagai Huruf Pertama

Pekerja keras, dedikatif, dan teguh dalam pendirian. Kekurangannya terletak pada sifat perfeksionisnya sehingga sering mencela atau mengkritik hasil kerja orang lain. Untuk urusan cinta ia sangat berharap mendapatkan pasangan yang lebih cerdas dari dirinya. Ia berharap pasangannya bisa membimbingnya manakala dirinya terperosok dalam sebuah dilema.

Nama Dengan “S” Sebagai Huruf Pertama

Mudah menepati janji, cerdas, dan tekun. Kelemahannya terletak pada emosinya yang sering meledak-ledak bila dikecewakan seseorang. Dalam hal asmara ia sangat selektif dalam menentukan pasangannya, bahkan cenderung tertutup.

Nama Dengan “T” Sebagai Huruf Pertama

Cepat, tepat, dan akurat dalam membuat keputusan. Kelemahannya terletak pada sifat ingin menonjol dan ingin menang sendiri. Untuk urusan asmara ia sangat antusias dalam membina hubungan dengan sang kekasih. Ia mengetahui betul bagaimana caranya untuk menyenangkan pasangannya.

Nama Dengan “U” Sebagai Huruf Pertama

Sosok sahabat yang baik, terbuka, dan mudah membantu. Kelemahannya terletak pada sifat mudah gugupnya. Ia pun sangat tidak tahan dengan kritikan sekecil apa pun. Untuk urusan asmara, ia berprinsip lebih baik dirinya menderita daripada pasangannya yang menderita.

Nama Dengan “V” Sebagai Huruf Pertama

Di lingkungan umum ia menjadi sosok yang kalem, anggun, lemah lembut, dan pemalu. Ia bisa berubah menjadi cerewet manakala berada di lingkungan orang-orang dekatnya. Mungkin itulah yang menjadi kelemahannya. Dalam urusan asmara ia adalah pribadi terbuka yang mau menerima kekasihnya apa adanya.

Nama Dengan “W” Sebagai Huruf Pertama

Ramah, simpatik, dan mudah bergaul. Kekurangannya terletak pada sifat keras kepalanya. Untuk urusan asmara ia sangat idealis. Begitu jatuh cinta, ia akan memberikan seluruh cintanya bagi kekasihnya.

Nama Dengan “X” Sebagai Huruf Pertama

Berbudi pekerti halus, sensitif, dan tanggap terhadap penderitaan orang lain. Sayangnya ia sangat mudah tersinggung. Dalam urusan asmara ia cenderung mudah bosan. Lebih-lebih jika pasangannya tidak mengerti kepribadiannya.

Nama Dengan “Y” Sebagai Huruf Pertama

Sahabat yang baik, penuh simpatik, tak banyak bicara, dan tidak suka menonjolkan diri. Kelemahannya terletak pada ketidakmampuannya untuk mengajukan pendapat di depan orang banyak. Namun dalam urusan asmara, ia sangat pandai menyatakan perasaannya kepada kekasihnya.

Nama Dengan “Z” Sebagai Huruf Pertama

Pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan alias mudah beradaptasi, dan humoris. Kelemahannya terletka pada sikap ingin menonjolkan diri. Untuk urusan asmara, ia adalah pribadi yang selalu berusaha mewujudkan janji-janjinya kepada pasangannya.

Begitulah karakter seseorang jika dilihat berdasarkan huruf pertama namanya. Adakah kecocokan dengan karakter namamu atau nama kekasihmu? Silakan baca sendiri saja.